.

.

Minggu, 04 Januari 2015

K-POP Di Indonesia



                                                          K-POP Di Indonesia            

Untuk kesekian kalinya budaya luar masuk ke Indonesia dengan cepat mulai dari bangsa barat, boliwood, dan kini yang lagi maraknya adalah budaya Korean Pop atau nama lainnya adalah K-POP. Dimana kalangan muda mudi di Indonesia mulai terprangkap dalam budaya K-POP yang mulai naik daun saat ini.
Proses kebudayaan sebagai penjelmaan keseluruhan sistem nilai-nilai berlaku sebagai proses kejiwaan dalam pribadi dan sebagai proses sosial dalam kelompok sosial. Dengan menentukkan proses estetik sebagai suatu proses kejiwaan, proses sosial, dan proses kebudayaan, telah kita tunjukkan kedudukan dan arti nilai estetik atau seni dalam keseluruhan kebudayaan, baik dalam integrasi, konsistensi atau keutuhan maupun dalam disintegrasinya dengan ketegangan dan konfliknya yang banyak.
Krisis zaman kita yang terdapat dimana – mana dan melingkupi segala sesuatu, ditandai oleh distegrasi pribadi, golongan sosial maupun kebudayaan sebagai keseluruhan.
Dalam hubungan kekacauan yang besar dari kehidupan kebudayaan modern inilah kita harus mempertimbangkan kedudukan dan tugas proses penilaian estetik yang menjelmakan seni. Dalam empat atau lima abad seni agama kristen Eropa perlahan – lahan tumbuh menjadi seni individualitik dunia sekular yang modern, proses yang demikian telah menyebar juga ke kebudayaan tradisi bagian dunia yang lain, begitu juga dengan K-POP di era sekarang.

Mungkin kurangnya peran pemerintah dalam mengalokasikan saran dan prasarana kebudayaan Indonesia di negeri ini. Dimana kalangan remaja sendiri bahkan masih kurang menyukai maupun meminati untuk mempelajari budaya Indonesua dan terhanyut dengan budaya – budaya luar yang masuk kedalam Indonesia.
Banyak masyarakat Indonesia yang protes jika ada bangsa lain meng-klaim budaya Indonesia, tapi untuk aksi dari masyarakat Indonesia sendiri belum mencermikan jika itu adalah budaya mereka.
Masuknya wabah K-POP di Indonesia ini luar biasa menakjubkan. Dimana budaya ini mempengaruhi kalangan anak muda mudi yang miskin akan cinta budaya Indonesia sendiri dan kini budaya Korea merambat ke dunia perfilmannya yang menunjukkan adegan dewasa tanpa sensor yang dapat memberi pengaruh buruk untuk remaja yang melihatnya.
Tak sedikit para K-POPers mengeluarkan kocek yang cukup besar untuk menonton konser K-POP ataupun semua hal yang berhubungan dengan K-POP. Sedangkan untuk pertunjukkan budaya Indonesia sendiri harus berusaha keras mengajak para masyarakat Indonesia untuk ikut menyaksikan maupun berpartisipasi dalam acara kebudayaan Indonesia itu sendiri. Kurangnya publikasi kemasyarakat melalui media masa, media elektronik maupun non-elektronik merupakan salah satu alasan mengapa minimnya masyarakat Indonesia mencintai budaya Indonesia sendiri.
Tak jarang pula stasiun TV juga ­menggembar – gemborkan audisi yang berbau non – tradisional. Misalnya saja lomba bernyanyi menggunakan lagu luar negeri (misalnya lagu barat) ataupun lomba break dance dan masih banyak acara yang lainnya non – tradisional. Seharusnya statiun TV adalah sarana yang ampuh mengajak para penontonnya untuk mencintai budaya Indonesia itu sendiri, melalui audisi yang berbau tradisional, ataupu  acara – acara wawasan budaya untuk menambah mpengetahuan publik tentang seni budayya Indonesia. Mungkin para pembisnis juga mulai buta dengan budaya K-POP yang dapat merugikan bangsa demi meraup untung yang banyak tanpa memikirkan resiko apa yang akan diterisma setelahnya, karena remaja K-POPers sendiri rentan dengan ego tentang apapun yang mereka sukai tanpa memikir keuntungan dari barang - barang yang telah mereka beli. Kenapa K-POP bisa sukses hingga mendunia, karena mereka memulai semuanya dari hal yang paling kecil misalnya saja mereka selalu memperingati hari bersejarah tentang apapun dinegara mereka contohnya adalah chuseok, dimana para muda mudi Korea sangat menghargai hari tersebut dan merayakannya bersama – sama yang lainnya demi baju tradisional yang di negara mereka, dan hal – hal yang kecil inilah menjadi tumbuh sebagai hal besar dan merabat kenegara – negara tentangga bahkan ke dunia internasional.
Untuk melakukan pelestarian budaya Indonesia itu sendiri sebaiknya kita juga dapat mulai dari hal yang terkecil layaknya mereka pada baju tradisional mereka, kita juga dapat melaksanakannya pada hari batik nasional dengan menggunakan baju batik di berbagai acara lebih baik lagi jika kita memakainya di negara lain. Karena batik sendiri sudah mendapatkan hak paten dari UNESCO, dan itu merupakan salah satu hal untuk baik negara kita, dimana batik sudah pasti adalah milik Indonesia dan tidak dapat di kalaim negara lain jika batik adalah milik mereka. Tugas kita disini adalah menjaganya dan melestarikan batik maupun seni budaya Indonesia lainnya.
Para remaja Indonesia diharapkan dapat mengantisipasi krisis budaya Indonesia di negeri ini dengan mencintai budaya indonesia. Seharusnya kita bersyukur telah memilki warisan budaya yang banyak dari para leluhur dan melestarikannya. Mari kita mencintai budaya Indonesia dan membawa budaya Indonesia ke dunia internasional menjadikan budaya Indonesia sebagai icon Indonesia yang dikenal dunia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar