K-POP
Di Indonesia
Untuk kesekian kalinya budaya luar masuk
ke Indonesia dengan cepat mulai dari bangsa barat, boliwood, dan kini yang lagi
maraknya adalah budaya Korean Pop atau nama lainnya adalah K-POP. Dimana
kalangan muda mudi di Indonesia mulai terprangkap dalam budaya K-POP yang mulai
naik daun saat ini.
Proses kebudayaan sebagai penjelmaan
keseluruhan sistem nilai-nilai berlaku sebagai proses kejiwaan dalam pribadi
dan sebagai proses sosial dalam kelompok sosial. Dengan menentukkan proses
estetik sebagai suatu proses kejiwaan, proses sosial, dan proses kebudayaan,
telah kita tunjukkan kedudukan dan arti nilai estetik atau seni dalam
keseluruhan kebudayaan, baik dalam integrasi, konsistensi atau keutuhan maupun
dalam disintegrasinya dengan ketegangan dan konfliknya yang banyak.
Krisis zaman kita yang terdapat dimana –
mana dan melingkupi segala sesuatu, ditandai oleh distegrasi pribadi, golongan
sosial maupun kebudayaan sebagai keseluruhan.
Dalam hubungan kekacauan yang besar dari
kehidupan kebudayaan modern inilah kita harus mempertimbangkan kedudukan dan
tugas proses penilaian estetik yang menjelmakan seni. Dalam empat atau lima
abad seni agama kristen Eropa perlahan – lahan tumbuh menjadi seni
individualitik dunia sekular yang modern, proses yang demikian telah menyebar
juga ke kebudayaan tradisi bagian dunia yang lain, begitu juga dengan K-POP di
era sekarang.
Mungkin kurangnya peran pemerintah dalam
mengalokasikan saran dan prasarana kebudayaan Indonesia di negeri ini. Dimana
kalangan remaja sendiri bahkan masih kurang menyukai maupun meminati untuk
mempelajari budaya Indonesua dan terhanyut dengan budaya – budaya luar yang
masuk kedalam Indonesia.
Banyak masyarakat Indonesia yang protes
jika ada bangsa lain meng-klaim budaya Indonesia, tapi untuk aksi dari
masyarakat Indonesia sendiri belum mencermikan jika itu adalah budaya mereka.
Masuknya wabah K-POP di Indonesia ini
luar biasa menakjubkan. Dimana budaya ini mempengaruhi kalangan anak muda mudi
yang miskin akan cinta budaya Indonesia sendiri dan kini budaya Korea merambat
ke dunia perfilmannya yang menunjukkan adegan dewasa tanpa sensor yang dapat
memberi pengaruh buruk untuk remaja yang melihatnya.
Tak sedikit para K-POPers mengeluarkan kocek yang cukup besar untuk menonton
konser K-POP ataupun semua hal yang berhubungan dengan K-POP. Sedangkan untuk
pertunjukkan budaya Indonesia sendiri harus berusaha keras mengajak para
masyarakat Indonesia untuk ikut menyaksikan maupun berpartisipasi dalam acara
kebudayaan Indonesia itu sendiri. Kurangnya publikasi kemasyarakat melalui
media masa, media elektronik maupun non-elektronik merupakan salah satu alasan
mengapa minimnya masyarakat Indonesia mencintai budaya Indonesia sendiri.
Tak jarang pula stasiun TV juga menggembar – gemborkan audisi yang berbau
non – tradisional. Misalnya saja lomba bernyanyi menggunakan lagu luar negeri
(misalnya lagu barat) ataupun lomba break
dance dan masih banyak acara yang lainnya non – tradisional. Seharusnya
statiun TV adalah sarana yang ampuh mengajak para penontonnya untuk mencintai
budaya Indonesia itu sendiri, melalui audisi yang berbau tradisional,
ataupu acara – acara wawasan budaya
untuk menambah mpengetahuan publik tentang seni budayya Indonesia. Mungkin para
pembisnis juga mulai buta dengan budaya K-POP yang dapat merugikan bangsa demi
meraup untung yang banyak tanpa memikirkan resiko apa yang akan diterisma
setelahnya, karena remaja K-POPers sendiri rentan dengan ego tentang apapun
yang mereka sukai tanpa memikir keuntungan dari barang - barang yang telah
mereka beli. Kenapa K-POP bisa sukses hingga mendunia, karena mereka memulai
semuanya dari hal yang paling kecil misalnya saja mereka selalu memperingati
hari bersejarah tentang apapun dinegara mereka contohnya adalah chuseok, dimana para muda mudi Korea
sangat menghargai hari tersebut dan merayakannya bersama – sama yang lainnya
demi baju tradisional yang di negara mereka, dan hal – hal yang kecil inilah
menjadi tumbuh sebagai hal besar dan merabat kenegara – negara tentangga bahkan
ke dunia internasional.
Untuk melakukan pelestarian budaya
Indonesia itu sendiri sebaiknya kita juga dapat mulai dari hal yang terkecil layaknya
mereka pada baju tradisional mereka, kita juga dapat melaksanakannya pada hari
batik nasional dengan menggunakan baju batik di berbagai acara lebih baik lagi
jika kita memakainya di negara lain. Karena batik sendiri sudah mendapatkan hak
paten dari UNESCO, dan itu merupakan salah satu hal untuk baik negara kita,
dimana batik sudah pasti adalah milik Indonesia dan tidak dapat di kalaim
negara lain jika batik adalah milik mereka. Tugas kita disini adalah menjaganya
dan melestarikan batik maupun seni budaya Indonesia lainnya.
Para remaja Indonesia diharapkan dapat
mengantisipasi krisis budaya Indonesia di negeri ini dengan mencintai budaya
indonesia. Seharusnya kita bersyukur telah memilki warisan budaya yang banyak
dari para leluhur dan melestarikannya. Mari kita mencintai budaya Indonesia dan
membawa budaya Indonesia ke dunia internasional menjadikan budaya Indonesia
sebagai icon Indonesia yang dikenal
dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar