.

.

Minggu, 04 Januari 2015

ARTIKEL UPAYA PEMROGRAMAN “GLOBAL WARMING” DALAM PERSPEKTIF INTERNASIONAL



BAHASA INDONESIA
ARTIKEL UPAYA PEMROGRAMAN “GLOBAL WARMING” DALAM PERSPEKTIF INTERNASIONAL





NAMA : NOVRINDA ASMA’UL JANNAH
NIM : 201410360311113
HUBUNGAN INTERNASIONAL



BAB I
I.                   PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Pencemaran lingkungan akibat limbah industri, polusi udara serta air pada tahun – tahun terakhir ini muncul ketengah masyarakat dengan sangat efektif terlihat pemberitaan media massa, unjuk rasa maupun laporan – laporan masyarakat kepada lembaga – lembaga pemerintah. Bahkan diantaranya disertai tuntutan ganti rugi terhadap pengusaha industri yang diduga telah mencemarkan debu – debu serta sangat menganggu bagi kententraman masyarakat.
Isu penting saat ini, bagi sebagian besar masyarakat di dunia adalah perubahan iklim global yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan merupakan salah satu masalah penting yang sedang dihadapi oleh beberapa negara di dunia dan Indonesia saat ini, dimana permasalahan tersebut semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi dikota – kota besar. Beberapa isu global saat ini menjadi pembicaraan hangat adalah terjadinya adanya pemanasan global (global warming) yang memicu terjadinnya perubahan iklim yang disebabkan oleh pencemaran dari gas rumah kaca (green house gas).
Untuk mencegah dan mengendalikan pencemaran limbah industri, polusi udara serta air yang mengakibatkan “Global Warming” negara – negara di berbagai belahan dunia mulai menanggapi masalah ini dengan serius. Kemudian adanya pemrograman dalam upaya “Global Warming” melalui penataan terhadap ketentuan peraturan perundang – undangan maupun persyaratan perizinan yang berkaitan dengan masalah lingkungan.



B.   Rumusan Masalah

-          Apa yang menyebabkan “Global Warming”?
-          Bagaimana cara menanggulangi “Global Warming” saat ini?

C.   Tujuan Penulisan

-          Membahas asal muasal pencemaran lingkungan yang terjadi diberbagai belahan dunia yang mengakibatkan “Global Warming”.
-          Memberitahukan cara mengatasi masalah “Global Warming” yang telah terjadi saat ini.




BAB II
II.                PEMBAHASAN

A.    Global Warming

Global warming adalah adanya kejadian meningkatnya temperature rata – rata atmosfer, laut dan daratan bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia atau proses alam. Peningkatan temperature tersebut dikarenakan terjadinya efek rumah kaca (green house effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas – gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.
Meningkatnya temperature global diperkirakan akan menyebabkan perubahan – perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim, perubahan jumlah presitipitasi (curahan hujan, es atau salju). Terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, serta punahnya berbagai jenis hewan. Selain itu global warming juga mengakibatkan pergantian musim yang tidak dapat di prediksi, sering terjadi hujan badai, banjir dan kekeringan terjadi secara bersamaan dan penyakit mewabah di banyak tempat.
Polusi air adalah penyimangan sifat – sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurniaannya. Air yang tersebar di seluruh di alam tidak pernah terdapat dalam bentuk murni, tetapi bukan berarti semua air sudah terpolusi. Sebagai contoh, meskipun di daerah pegunungan atau hutan yang terpencil dengan udara yang bersih dan bebas dari polusi, air hujan selalu mengandung bahan – bahan terlarut seperti CO2, O2, dan N2, serta bahan – bahan tersuspensi seperti debu dan partikel – partikel lainnya yang terbawa dari atmosfer. Air permukaan dan air sumur biasanya mengandung bahan – bahan metal terlarut seperti Na, Mg, Ca dan Fe. Air mengandung komponen – komponen tersebut dalam jumlah tinggi disebut air sadah. Air minum pun bukan merupakan air murni. Meskipun bahan – bahan tersuspensi dan bakteri mungkin telah dihilangkan dari air tersebut, tetapi air minum mungkin masih mengandung komponen – komponen terlarut. Bahkan air murni sebenarnya tidak enak untuk diminum karena beberapa bahan yang terlaurt mungkin memberikan rasa yang spesifik terhadap air minum.
Dari contoh – contoh tersebut diatas, jelas bahwa air yang tidak terpolusi tidak selalu merupakan air murni, tetapi adalah air yang tidak mengandung bahan – bahan asing tertentu dalam jumlah melebihi batas yang ditetapkan sehingga air tersebut dapat digunakan secara normal untuk keperluan tertentu, misalnya untuk air minum (air leding, air sumur), berenang atau berekreasi (kolam renang, air laut di pantai), mandi (air leding, air sumur), kehidupan hewan air (air sungai, danau), pengairan dan keperluan industri adanya benda – benda asing yang mengakibatkan air tersebut tidak dapat digunakan secara normal disebut terpolusi. Batasan polusi untuk berbagai jenis air juga berbeda, sebagai contoh air kali dipegunungan yang belum terpolusi tidak dapat digunakan langsung sebagai air minum karena belum memenuhi persyaratan air minum.
Udara adalah suatu campuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi bumi. Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konstan. Komponen yang konsentrasinya yang bervariasi adalah air dalam bentuk uap H2O dan karbon dioksida (CO2). Jumlah air yang terdapat diudara bervariasi tergantung dari cuaca dan suhu.
Pencemaran udara, terutama di kota – kota besar di dunia dan Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung dan Medan telah menyebabkan menurunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan serta keseimbangan iklim penggunaan bahan bakar fosil untuk sarana transportasi dan industri yang umunya terpusat di kota – kota besar, disamping kegiatan rumah tangga, dan kebakaran hutan dan kebakaran lahan. Dampak negatif akibat menurunnya kualitas udara cukup berat terhadap lingkungan terutama kesehatan manusia yaitu dengan menurunnya fungsi paru, peningkatan penyakit pernapasan, dampak karsinogen dan beberapa penyakit lainnya. Selain itu pencemaran udara dapat menimbulkan bau, kerusakan materi, gangguan penglihatan dan dapat menimbulkan hujan asam yang merusak lingkungan.

B.     Upaya Pemrograman “Global Warming” dalam Perspektif Internasional

Pemrograman – pemrograman internasional berkaitan dengan isu ini telah banyak dilakukan, seperti kesepakatan para pemimpin dunia untuk mengurangi produksi gas CO2 yang tercantum di dalam protokol kyoto 1997, sebuah kesepakatan yang di hasilkan pada konferensi internasional tentang perubahan iklim di Kyoto Jepang pada tahun 1997.
Diskusi para cendikiawan muslim yang terlibat dalam aktivitas lingkungan dari Afrika, Timur Tengah, Inggris, dan Asia Selatan dengan para ulama lingkungan di Indonesia pada 21-22 Juni 1997 di Jakarta dan konferensi perubahan iklim yang di gelar di Bali pada awal Desember 2007.
Program – program tersebut merupakan respon atas terjadinya global warming mengingat dampak yang ditimbulkan tidak hanya dapat merusak lingkungan hidup di satu negara, melainkan juga dapat mengancam seluruh lingkungan di planet bumi ini, yang secara otomatis juga mengancam kehidupan manusia, hewan maupun tumbuh – tumbuhan, yang tinggal dan hidup di dalamnya.
Dalam upaya meminimalisasi pemanasan global maka kita mengenal istilah pembangunan berkelanjutan. Yang dimaksud dengan pembangunan berkelanjutan adalah upaya pengharmonasaan perubahan perkembangan berorerientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia yang tidak mengeksploitasi pada pemenuhan kebutuhan manusia yang tidak mengeksploitasi alam dan lingkungan yang ada, pengertian ini berdasar pada pemahaman Brundtland Report. Jika dikaitkan dengan padangan atau perpektid yang ada dalam hubungan internasional, maka pemahaman tersebut sangat sesuai dengan prinsip yang dibawah kaum green theory yang menganggap bahwa pembangunan yang dilakukan oleh negara – negara du dunia haruslah berifar ekosentris dan bukan antoposentris. Dengan ekosentris aka kita akan melakukan pembangunan yang berorientasi pada lingkungan. Namun sebaliknya jika kita melakukan pembangunan yang bersifat antoposentris maka akan muncul rasa egoisme kita dengan  berpandangan bahwa alam dan lingkungan ada karen human being yang amat sangat mempunyai kemungkinan bagi manusia untuk melakukan eksploitasi. Masalah yang diajukan oleh perubahan iklim juga memberikan peluang untuk kembali memeriksa dan memperbaiki banyak masala yang mendasari pembangunan yang telah menyebabkan dilema saat ini, termasuk masalah perdagangan, utang, teknologi transfer, bantuan teknis dan bantuan keuangan.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini seperti, pembuatan rezim internasional sangan membantu dalam upaya pengurangan dampak pemanasan global. Pada bulan Desember 1998 United Nation General Assembly dengan suara bulat mengeluarkan resolusi khusus menyerukan adopsi dari “framework convention” pada perubahan iklim, lalu dilanjutkan aksi yang diususng oleh United Nations Environment Program (UNEP) dan World Meteorological Organization (WMO), dan beberapa dekade setelah itu muncul gerakan dari negara – negara anggota dari The European Community dan The European Free Trade Association yang terdiri dari Jepang, Autralia, Kanada dan yang lainnya yang mengusung stabilitasi gas rumah kaca (Sebenius 1991).
            Untuk kita sebagai penghuni bumi sebaiknya mulai mengurangi penggunaan bahan – bahan yang menimbulkan sampah. Serta meminimalisasikan penggunaan barang CFC yang akan mengurangi lapisan ozon bumi. Peduli lingkungan serta saling mengingatkan terhadap sesama tentang mencintai bumi yang sebenarnya.

C.     Hasil Yang Diharapkan
Pemerintah diharapkan berperan aktif terhadap upaya pemrograman “Global Warming” serta mensosialisasikan terhadap masyarakat tentang dampak negatif dari global warming dan bagaimana cara mencegah serta menanggulanginya. Kesadaran masyarakat sendiri juga penting terhadap global warming yang sekarang sangat marak dibicarakan, karena masih banyak masyarakat yang masing belum mengerti tentang global warming itu sendiri.
Kerjasama antar negara – negara di dunia untuk saling bekerjasama dalam permasalahan global warming yang mengancam dunia ini sangat diharapkan masih terus berlanjut hingga mencapai sebuah jawaban yang efektif dan efesien tentang global warming.




BAB III

A.    Simpulan

Global warming adalah pemanasan global yang merupakan dampak negatif dari polusi air dan polusi udara. Isu ini telah menjadi isu internasional yang hangat. Isu tersebut timbul mengingat global warming akan berdampak sangan besar terhadap lingkungan. Saat ini, isu global warming atau pemanasan global sedang menghebohkan dunia, dan merupakan peristiwa ilmiah paling luar biasa setelahh isu – isu tentang perang dan terorisme, bahkan global warming telah berhasil menyihir banyak penduduk dunia menjadi takut.

B.     Saran

Dunia sekarang sedang terancam dengan adanya pemanasan global yang terjadi akibat human being sehingga dampaknya terahadap alam sekitar yang merugikan masyarakat di berbagai belahan dunia ini. Perlunya kesadaran dari pemerintah serta masyarakat dalam menanggapi masalah ini serta kerjasama antar negara – negara di dunia dalam lingkup upaya pemrograman “Global Warming”.





DAFTAR PUSTAKA

·         Ginting, Perdana IR, MS. Agustus 2007. Sistem Pengelolaan Lingkungan dan Limbah Industri. Bandung.

·         Fardiaz, Srikandi. Oktober 1992. Polusi Air dan Udara. Yogyakarta

·         Arifin, Zainal, M.T & Sukoco, M. Pd. Januari 2009. Pengendalian Polusi Kendaraan. Bandung



LAMPIRAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar